Tampilkan postingan dengan label TIPS N saran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS N saran. Tampilkan semua postingan

Yoga Mampu Turunkan Tekanan Darah Tinggi & Kolesterol


okezone.com
NEW ORLEANS - Sebuah studi membuktikan bahwa Yoga sudah terbukti untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol. Selain itu juga dilakukan secara rutin Yoga dapat memperkecil serangan jantung.

Penelitian pertama dari Yoga ini adalah untuk menguji manfaat Yoga pada atrial fibrilasi, masalah yang merupakan penyebab utama stroke dan yang paling umum pada orang tua. Selain mengurangi separuh fibrilasi, studi ini menemukan bahwa Yoga juga mengurangi gejala kecemasan dan depresi yang terkait dengan kondisi tersebut.

"Temuan ini penting karena banyak strategi pengobatan konvensional untuk fibrilasi yang mencakup prosedur invasif atau obat dengan efek samping yang tidak diinginkan," kata Dr Dhanunjaya Lakkireddy, seorang profesor University of Kansas di Rumah Sakit di Kansas City, Kansas, yang memimpin studi.

Dia mempresentasikan temuannya pada pertemuan tahunan American College of Cardiology yang diadakan di New Orleans. Penelitian ini melibatkan 49 pasien dengan gangguan irama jantung yang tidak memiliki keterbatasan fisik dan tidak ada pengalaman sebelumnya dengan Yoga.

Dilansir melalui Reuters, Minggu (3/4/2011) mereka diperiksa melalui denyut jantung yang tidak teratur yang diukur selama enam bulan oleh para peneliti di rumah sakit.

Selama tiga bulan pertama, pasien diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang mereka suka. Untuk tiga bulan yang tersisa, mereka menjalani program Yoga yang melibatkan latihan pernapasan, postur yoga, meditasi dan relaksasi.

Empat puluh lima menit sesi yoga dengan profesional bersertifikat diselenggarakan tiga kali setiap minggu, dan pasien didorong untuk berlatih Yoga setiap hari latihan di rumah. Rata-rata, relawan yang mengikuti Yoga ini dapat memenimalisir denyut jantung tidak teratur dalam setengah, sementara juga secara signifikan mengurangi skor depresi dan kecemasan dan meningkatkan skor dalam fungsi fisik, kesehatan umum, vitalitas, fungsi sosial dan kesehatan mental.

Cara Mudah Anak Mau Sikat Gigi

okezone.com
MERASA kesulitan memberikan edukasi menyikat gigi pada anak Anda? Jangan putus asa terlebih dahulu. Dengan sedikit pendekatan dan strategi, buah hati Anda pun bakal luluh dibuatnya.

Mengajarkan kebiasaan sikat gigi pada anak memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Meskipun aktivitas tersebut sangatlah sederhana, tak berarti bujukan yang dilakukan semudah yang dibayangkan. Jika tidak tepat dalam memberikan strategi, proses tersebut hanya bersifat sia-sia belaka. Padahal jika tidak dimulai sejak dini, gigi buah hati Anda pun terancam rapuh dan mudah terserang berbagai gangguan penyakit gigi lainnya.

Masa kanak-kanak merupakan masa efektif untuk mengenalkan kebiasaan menggosok gigi. Pasalnya dalam fase ini, masa pertumbuhan sedang berjalan dengan produktif. Alhasil, pertumbuhan gigi pun dapat terpantau dengan baik. Namun, jika Anda kesulitan dengan permasalahan dalam mengedukasi anak Anda, berikut ada beberapa strategi yang dapat dicoba seperti dituturkan Dr Zaura Anggraeni MDS selaku Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) pada acara peluncuran program “Live, Learn & Laugh” (LLL) dari Unilever yang bekerja sama dengan FDI di TK Patra 2, Komplek Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2011).

Dr Zaura menyarankan kepada para orangtua tiga hal yang harus dilakukan agar kebiasaan gogok gigi dapat berjalan efektif. Pertama, sebaiknya orangtua membiasakan gosok gigi pada anak sejak awal, bahkan ketika buah hati Anda belum memiliki gigi yang lengkap sekalipun. Hal ini sangat penting untuk melatih daya adaptasi mereka ketika nantinya gigi sudah lengkap dan tingkat persentuhan dengan makanan kian tinggi dan kuman yang melekat makin banyak.

Kedua, sebaiknya jangan membiasakan untuk mengajak anak menggosok giginya ketika mereka dalam keadaan mengantuk pada malam hari. “Ajaklah buah hati Anda untuk pergi ke kamar mandi dan menggosok gigi saat mereka masih dalam keadaan ceria dan bersemangat,” ujarnya.

Ketiga, berilah contoh yang baik. Saat masih kanak-kanak mereka terbiasa dengan pola meniru. Karenanya, jadilah pencontoh yang baik bagi anak Anda.

“Berikanlah contoh menggosok gigi dengan gerakan yang benar pada buah hati sehingga mereka pun akan mengikutinya dengan baik. Terakhir, lakukan kebiasaan menyikat gigi secara teratur dua kali dalam sehari, yakni usai sarapan pagi dan sebelum beranjak tidur,” tutupnya.

Gigi Sensitif? Tak Perlu Khawatir

forumsains.com
Banyak dari kita yang mungkin sudah tahu apa itu gigi sensitif. Ya, gigi sensitif adalah rasa ngilu yang dirasakan oleh gigi akibat terkena makanan atau minuman yang terlalu dingin atau panas. Hal ini bisa disebabkan oleh kesalahan dalam menggosok gigi sehingga akar gigi terbuka. Bisa juga karena bentuk gigi yang pendek sehingga rangsangan panas dan dingin pada gigi cepat diteruskan ke syarafnya, atau bisa juga karena memang syarafnya sensitif.

Gigi sensitif juga dapat timbul karena adanya faktor genetis. Tapi, faktor genetis ini bukan merupakan faktor yang dominan untuk dapat menimbulkan gigi sensitif. Dan dengan bertambahnya usia, gigi sensitif dapat timbul. Karena, dengan bertambahnya usia, gusi pada gigi dapat turun sehingga akar-akar gigi menjadi terlihat. Hal ini dapat diperparah dengan cara sikat gigi yang salah.

Orang yang memiliki gigi sensitif tidak perlu khawatir. Karena, gigi sensitif ini tidak menimbulkan pengaruh negatif pada kesehatan tubuh, kecuali rasa ngilu jika memakan makanan atau meminum minuman yang terlalu panas atau dingin. Dan gigi sensitif tidak memerlukan perawatan khusus. Namun jika menghendaki, dapat menggunakan pasta gigi yang khusus untuk gigi sensitif yang kini dapat ditemukan di toko-toko dan tidak makan makanan atau minum minuman yang terlalu panas atau dingin.

Adapun cara sikat gigi yang benar adalah untuk rahang bawah, dari bawah ke atas. Sedangkan untuk rahang atas, dari atas ke bawah. Intinya, gosok dari gigi yang dekat gusi kemudian menjauhi gusi, bukan kanan kiri sebagaimana yang biasa dilakukan orang. Karena, jika menggosok gigi dari kanan ke kiri, gusi dapat turun dan pada akhirnya dapat menimbulkan gigi sensitif atau bisa juga memperparah gigi sensitifnya bagi yang sudah memilikinya. Sedangkan untuk jenis sikat gigi, sebaiknya menggunakan sikat gigi yang bulunya tidak terlalu keras ataupun tidak terlalu lunak. Karena jika terlalu keras dapat melukai gusi dan jika terlalu lunak, akan menjadi kurang efektif dalam membersihkan gigi.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grocery Coupons