Tampilkan postingan dengan label flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flora. Tampilkan semua postingan

JABOTICABA (Eugenia Cauliflora Berg )

dheal-21.blogspot.com
Jaboticaba ( Eugenia Cauliflora Berg) masuk ke Indonesia sebagai Anggur Brazil karena dari bentuk buahnya mirip dengan buah anggur. Yang berbeda dari tanaman ini adalah batang dan bunganya sangat mirip dengan buah jambu biji. Daging buahnya berwarna putih diidentikkan seperti lemak kura-kura yang dalam bahasa tupi disebut "jabotim".
Keunikan dari buah jaboticaba adalah rasanya yang bercampur menjadi tujuh rasa yang berbeda, asam, manis, segar, rasa alpukat, anggur, dan lain-lain. Jaboticaba sangat lambat pertumbuhannya, apalagi kalau ditanam dari biji. Umur satu tahun hanya bisa mencapai tinggi kurang dari satu jengkal saja. Dengan pertumbuhan yang sangat lambat tersebut membuat harga jaboticaba menjadi sangat mahal. Untuk jaboticaba ukuran 3 meter pernah terjual dengan harga mencapai 15 juta rupiah. Harga itu menjadi wajar tatkala kita melihat pertumbuhan pohon tersebut yang sangat lambat dibandingkan dengan kebanyakan tanaman lainnya. 

Jaboticaba bisa kita tanam di dalam drum atau pot besar untuk koleksi tanaman buah anda di rumah. Dan pohon ini dapat hidup dan berbuah di daerah panas dan daerah dataran tinggi. Walaupun pertumbuhannya sangat lambat, jaboticaba termasuk tanaman yang gampang untuk dirawat. Jika tanaman sudah dewasa cukup diberi perangsang pembungaan (inisiasi) dan banyak disiram dibagian batang pohonnya. Bila jaboticaba berbuah akan terlihat indah karena buahnya menempel pada setiap batang pohonnya dan jumlahnyapun sangat banyak.
Kini jaboticaba bisa menjadi pilihan untuk koleksi tanaman di rumah anda

MAWAR


dheal-21.blogspot.com
Tanaman Mawar adalah salah satu dari komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi serta dapat dibudidayakan untuk kepentingan komersial. tanaman ini banyak diminati oleh konsumen karena bunganya yang indah. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong maupun sebagai bahan baku untuk parfum.
Permintaan bunga mawar potong menduduki peringkat pertama, namun pengembangannya di Indonesia terbilang lambat karena masih terkendala propagasi secara konvensional yang tergantung terhadap musim, masalah kesehatan dan penyakit pada tanaman serta kecepatan multiplikasi yang rendah.
Tanaman Mawar, pada umumnya dipropagasi secara konvensional. Pemuliaan secara konvensional ini menghasilkan ribuan hibrida dan kultivar yang sebagian besar adalah bunga ganda dengan daun mahkota berlapis hasil dari mutasi benang sari menjadi daun mahkota tambahan. Sebagian besar Mawar hibrida atau kultivar dibuat untuk dinikmati keindahan bunganya pada taman-taman.
Para pemulia Mawar di abad ke dua puluh saat ini sedang berlomba-lomba untuk menghasilkan bunga-bunga yang berukuran besar serta berbau harum (atau tidak berbau), padahal Mawar liar pada zaman dahulu sangat berbau harum. Kultivar tertentu seperti Rosa banksiae sama sekali tidak memiliki duri. Hal tersebut mendorong perkembangan teknik kultur in vitro menjadi alternatif baru karena tidak ketergantungan terhadap musim karena dilakukan di ruangan tertutup. Teknik kultur in vitro juga memiliki daya multiplikasi yang tinggi dan dapat menghasilkan tanaman yang bebas bakteri dan cendawan.
Kultur jaringan merupakan metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian dari tanaman tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman yang lengkap. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan salah satu bagian dari tanaman Mawar yang digunakan sebagai eksplan (jaringan, organ, embrio, sel tunggal, protoplas, dan sebagainya) dan ditanam pada media yang bernutrisi secara aseptis. Media tersebut mengandung berbagai konsentrasi hormon sebagai pendukung perumbuhan eksplan yang diinginkan. Yang menjadi dasar dari kultur jaringan adalah teori totipotensi.

BACA JUGA :
Pemanfaatan mawar untuk parfum

Ragam Jenis Buah Naga



buah naga dheal-21.blogspot.com
Dalam perkembangannya, buah naga menjadi sangat diminati oleh banyak orang, buah naga yang tergolong unik ini memiliki banyak kasiat yang menjadikan buah ini banyak diburu oleh masyarakat, kabarnya buah ini juga berkhasiat untuk mencegah kanker, tumor dan sakit mata.
Buah naga yang sampai saat ini masih tergolong sedikit pembudidayanya membuat harga buah naga meninggi, Harga buah naga yang tinggi membuat para petani memilih untuk menaman tanaman ini sebagai lahan bisnisnya. Untuk jenisnya buah naga sebenarnya memiliki banyak jenis namun dalam perkembangannya buah naga putihlah yang paling banyak dibudidayakan, selain itu ada pula buah naga merah dan kuning  namun buah naga merah dan kuning ini masih sedikit sekali berada di pasaran. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah deskripsi dari jenis-jenis buah naga :

HYLOCEREUS COSTARICENCIS ( Naga Merah )
naga merahJenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus costaricencis.
Nama pasar : Buah naga merah.
Bentuk buah : Bulat, mirip buah nanas.
Kulit buah : Warna merah besisik.
Daging buah : Warna merah, tekstur lunak,bertabur biji kecil – kecil.
Berat buah : 400 – 500 gram/ buah

SELENICEREUS MEGALANTHUS ( Naga Kuning )

naga kuningJenis tanaman : Kaktus pemanjat
Species : Selenicereus megalanthus
Nama pasar : buah naga kuning
Bentuk buah : bulat agak lonjong
Daging buah : Warna putih, tekstur lunak bertabur biji.
Berat buah : 300 – 400 gram/ buah



HYLOCEREUS UNDATUS (NAGA PUTIH)
naga putihJenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus undatus
Nama pasar : Buah naga putih
Bentuk buah : Bulat agak lonjong
Kulit buah : Warana putih, tekstur lunak, bertabur biji kecil-kecil.

Dari segi rasa sebenarnya buah naga putih masih kalah dengan buah naga merah maupun kuning. Tapi karena buah naga putih paling cepat berbuah serta ukuran buahnya paling besar, maka buah naga putih yang paling banyak dipilih untuk dibudidayakan.

Singkong



wikipedia.org
Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Singkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Upafamili: Crotonoideae
Bangsa: Manihoteae
Genus: Manihot
Spesies: M. esculenta
Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.


Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

PEPAYA


Wikipedia.org
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".

Kegunaan:
Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran (dioseng-oseng). Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Daun pepaya juga berkhasiat obat..
Pemerian:
Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.

Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.

Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.

Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi. Suatu penanda genetik RAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.

Kultivar pepaya:
Kultivar pepaya bermacam-macam karena berbeda-beda pemanfaatan dan selera konsumen.

Pepaya bangkok
Pepaya bangkok diintroduksi dari Thailand. Permukaan buahnya tidak rata dan kulit luarnya relatif tipis, sehingga sulit dikupas. Kelebihannya, dagingnya manis dan berair. Buahnya berukuran besar.

Pepaya Solo F1
Ini adalah pepaya kultivar hibrida unggul dari Hawaii. Buahnya kecil-kecil dan disukai oleh konsumen barat.

Selain itu terdapat pula pepaya hias yang warna daun atau tangkai daunnya ungu. Pepaya ini ditanam lebih untuk penampilannya dalam memperindah taman. Di Dataran Tinggi Dieng dikenal produk mirip pepaya yang dikemas dan disebut "carica". Jenis ini menyukai daerah dingin untuk produksi buah secara optimal.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grocery Coupons